WordPress merupakan sebuah content management system open-source dengan jumlah pengguna yang sangat banyak. WordPress memiliki komunitas yang besar, yang terus mengembangkan CMS ini menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan komunitas yang begitu besar, support yang tersediapun juga besar, meliputi support teknikal, ketersediaan plugin, widget, maupun theme.
Artikel ini akan memaparkan langkah demi langkah untuk memahami pembuatan theme WordPress melalui tutorial pembuatan “super simple theme”
Memperoleh tampilan yang indah merupakan harapan dari setiap designer web, apalagi penggunaan font yang tepat atau tipografi adalah hal yang juga penting bagi designer web, namun penggunaan jenis font yang beragam dapat menjadi hambatan bagi mereka, karena tidak semua hosting memiliki font yang beraneka ragam. Hal tersebut dapat diatasi dengan mengganti font dengan image, atau juga melakukan import font, dengan menggunakan CSS style, yaitu dengan font-face, atau dengan hanya menggunakan font-font standard.
Google telah menyediakan solusi ini dan kita bisa memperoleh fitur yang sama secara gratis dengan Google Font API.
Sprite dalam hal ini bukanlah minuman ringan :D tapi sprite dalam bidang computer graphic, yaitu suatu metode yang digunakan dengan menggabungkan beberapa gambar ke dalam satu file gambar, yang tujuannya adalah untuk mempercepat proses load dari gambar tersebut. Sprite pertama kali diperkenalkan dalam industri game. Pada tahun 1970an, pada jaman itu komputer bisa dibilang tidak secepat sekarang, perlu resource yang besar untuk hanya menampilkan gambar pada video game, oleh karena itu terciptalah metode sekaligus piranti untuk menampilkan grafik sprite. Untuk lebih jelas lagi mengenai apa itu sprite dan bagaimana menggunakan sprite dalam bidang design web, saya akan jelaskan secara bertahap.